UMKM Batik Tulis Cirebon Ekspor ke Eropa
Sebanyak 15 UMKM batik tulis dari Kota dan Kabupaten Cirebon berhasil mengekspor produk mereka ke tiga negara Eropa, yaitu Belanda, Prancis, dan Jerman. Total nilai ekspor mencapai Rp 8,7 miliar dalam kuartal kedua 2026.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat, Dadang Somantri, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari program pendampingan ekspor yang dilaksanakan selama enam bulan terakhir.
"Kami memberikan pelatihan desain produk sesuai selera pasar Eropa, sertifikasi mutu, hingga pendampingan logistik internasional," jelas Dadang.
Salah satu UMKM yang berhasil mengekspor adalah Batik Madura Cirebon, yang kini sudah menjadi pemasok tetap dua butik fashion di Amsterdam. Owner Batik Madura Cirebon, Ibu Rina Wijaya, mengatakan bahwa pesanan dari Eropa meningkat tajam karena permintaan batik tulis asli yang semakin tinggi.
"Mereka sangat menghargai keunikan motif dan keaslian proses pembuatan batik tulis tangan kami," ujar Rina bangga.
Program ekspor UMKM ini direncanakan akan diperluas ke sektor kuliner dan kerajinan lokal lainnya pada tahun 2027.