Harga Karet Naik 15 Persen, Petani Diuntungkan
Harga karet alam di pasar internasional mencatat kenaikan sebesar 15 persen sejak awal bulan Agustus 2026, didorong oleh meningkatnya permintaan dari sektor otomotif global dan berkurangnya stok dari negara produsen utama.
Kenaikan ini memberikan angin segar bagi ribuan petani karet di Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pringsewu yang selama ini mengeluhkan rendahnya harga jual.
"Sejak bulan lalu harga getah karet di tingkat pengepul sudah naik dari Rp 12.000 per kilogram menjadi Rp 13.800 per kilogram. Ini sangat membantu kami," ujar Suratman, seorang petani karet di Kecamatan Katibung.
Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKI) mencatat bahwa kenaikan harga ini diprediksi akan bertahan hingga akhir kuartal ketiga 2026 mengingat stok global yang masih terbatas.
Namun, APKI juga mengingatkan agar pemerintah tetap waspada terhadap fluktuasi harga yang bisa terjadi sewaktu-waktu akibat perubahan kebijakan perdagangan internasional.